Tais, Media Center Kabupaten Seluma – Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, membuka Sosialisasi Identifikasi Naskah Kuno dengan tema “Seluma Berbudaya, Naskah Kuno Tetap Terjaga” di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seluma, Rabu (15/7/26).
Dalam sambutannya, Wabup Gustianto menyampaikan bahwa naskah kuno merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, serta menjadi identitas suatu daerah. Karena itu, keberadaannya perlu dikenali, didata, dan dilestarikan agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya Kabupaten Seluma. Melalui identifikasi naskah kuno, kita dapat mengetahui dan melestarikan peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari jati diri daerah,” ujar Wabup.
Sosialisasi ini menghadirkan dua profesor ahli dari Universitas Bengkulu serta Duta Literasi sebagai narasumber. Kehadiran para pemateri diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur, mengenali nilai-nilai sejarah, serta bersama-sama membangun Kabupaten Seluma yang berbudaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seluma, Suparjoh, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah daerah untuk mengidentifikasi sekaligus melestarikan manuskrip kuno yang dimiliki masyarakat. Salah satu manuskrip yang menjadi perhatian adalah Surat Ulu (Ka Ga Nga) sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan perlu dijaga keberadaannya.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap keberadaan manuskrip kuno, khususnya Surat Ulu (Ka Ga Nga), sebagai warisan sejarah yang harus dilestarikan,” ujar Suparjoh.
Kegiatan ini diikuti oleh para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Seluma, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya daerah.